10 Langkah Menulis untuk Blog bagi Pemula

  • byPenakita

  • October 15, 2018

Kamu ingin berkecimpung di dunia blogging? Ada beberapa hal penting yang harus kamu ikuti, terutama langkah dasar untuk menulis blog. Di artikel ini, kita tidak membahas bagaimana membuat blog, tetapi bagaimana cara menulis artikel untuk blog. Karena sebuah blog belum berarti apa-apa jika belum diisi dengan artikel. Sebaliknya, jika blog diisi dengan artikel, maka blog tersebut akan menarik banyak pengunjung.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara membuat artikel untuk postingan blog? Kita tidak bisa mengatakan bahwa menulis artikel blog itu mudah. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, sebenarnya menulis artikel untuk blog itu gampang-gampang susah. Maka perlu waktu latihan yang terus menerus.

Berikut 10 langkah menulis untuk konten blog bagi kamu yang masih pemula:

Menentukan Tema

Menulis artikel berarti mengembangkan sebuah tema atau pokok persoalan menjadi beberapa kalimat dan paragraf. Kamu harus menentukan tema apa yang kamu tulis. Caranya, tarik sebuah persoalan atau masalah yang terjadi di lingkungan sekitarmu. Artikel yang bagus biasanya menyediakan beberapa solusi atas sebuah permasalahan orang-orang banyak.

Misalnya, permasalahan liburan. Permasalahannya adalah ada banyak orang yang sulit menentukan tanggal atau jadwal untuk pergi berliburan. Kedengarannya mungkin sepele. Tapi, coba kita tarik solusinya. Jawaban atas permasalahan tersebut misalnya, menentukan waktu cuti yang tepat. Maka atas permasalahan dan solusi tersebut jadilah satu gagasan atau ide tema artikel: “Menentukan Waktu Cuti yang Tepat untuk Jadwal Liburan”.

Tema yang Populer

Menentukan tema juga harus menyesuaikan dengan apa yang disukai oleh pembaca. Maka, kamu perlu menentukan tema yang populer. Ini berguna agar tulisanmu nantinya dibaca oleh banyak orang.

Lalu, apa-apa saja tema yang populer? Tema yang banyak dicari banyak orang biasanya berkaitan dengan lifestyle. Meski sudah banyak blog atau artikel yang menuliskan hal ini, kamu tidak perlu ragu. Kamu tetap bisa mendapatkan perhatian pembaca. Karena umumnya kebiasaan atau gaya hidup orang selalu memiliki banyak kerasahan dan cenderung berubah-ubah. Sehingga, banyak orang membutuhkan referensi atau solusi. Lifestyle memiliki beberapa subgenre, misalnya liburan atau wisata, kuliner, financial atau keuangan, karier, olah raga dan lain-lain.

Untuk mencari ide tulisanmu, kamu perlu mencari referensi. Kamu bisa membaca artikel dari internet ataupun offline atau mendengar wawancara orang yang bisa menjadikan bahan tulisanmu.

Menyusun Kerangka Artikel

Setelah kamu mendapatkan ide tulisan, selanjutnya kamu perlu menyusun kerangka tulisan. Apa yang dimaksud dengan kerangka tulisan? Yaitu merupakan penyusunan poin-poin yang akan diuraikan di setiap paragraf.

Umumnya, penulis menyusun kerangka tulisan sebagai berikut:

  1. Judul
  2. Paragraf 1-3 : pembuka atau pengantar tulisan
  3. 4-9 : isi atau permasalahan
  4. 10-15: solusi atas permasalahan dan penutup

Tidak sedikit orang yang membalik atau mengacak pola tersebut. Banyak tulisan yang memfokuskan solusi pada bagian pertama dalam artikelnya baru kemudian memaparkan masalah yang selama ini terjadi.

Draft artikel

Setelah menulis kerangka, mulailah mengembangkan pokok pikiran menjadi kalimat sehingga bisa membentuk paragraf. Uraikan setiap butir-butir yang ada pada kerangka yang sudah ditulis. Untuk menambah wawasan dan kosa katamu, Kamu perlu membaca banyak artikel atau buku. Untuk menjadi penulis yang baik, apapun jenis tulisannya, seperti artikel blog, berita, ataupun fiksi pasti membutuhkan banyak referensi dari bahan bacaan lainnya.

Kebanyakan penulis pemula mengalami masalah karena bingung dalam menyusun kata per kata. Cara mengatasinya gampang. Menulis ibaratkan bercerita kepada orang lain. Misalnya, bagaimana cara mu bercerita kepada orang lain dengan berbicara secara runtun dan pelan-pelan agar orang mengerti. Dengan skema itu, kamu bisa menuangkan hal tersebut dalam kata per kata yang akan kamu tulis.

Penulisan

Tulis ulang draft artikel menjadi yang lebih rapi. Penulisan bukan berarti mengedit draft artikel. Melainkan mengembangkan draft menjadi kalimat yang lebih banyak. Disini kita dapat memperkirakan berapa kata yang harus kita buat dalam sebuah artikel. Untuk postingan blog, usahakan minimal 250 kata saja.

Apa perlu menulis sesuai EYD (ejaan yang disempurnakan)? Untuk artikel atau tulisan yang ringan tidak perlu. Karena tulisan yang ringan harus lebih mudah dipahami oleh banyak orang. Tidak ada aturan di dalam menulis. Yang penting tulisanmu bisa dengan mudah dimengerti oleh banyak orang.

Namun, tidak ada salahnya kamu mencoba menulis sesuai EYD. Jika kamu terlatih menulis sesuai EYD, maka kamu akan terlatih untuk menulis tulisan panjang seperti fiksi, reportase berita dan lain-lain.

Pengeditan

Segera lakukan pengeditan berulang-ulang. Sediakan waktu yang cukup untuk memeriksa semua tulisan. Periksa ejaan dan tanda baca serta kalimat yang ditulis. Apakah ada yang perlu dikurangi atau yang perlu ditambah. Sebagai catatan, langkah pengeditan merupakan langkah penting sebelum artikel diposting pada blog.

Kamu jangan sampai mengabaikan typo atau salah ketik. Ini memang merupakan hal yang sepele. Namun, satu kata saja yang salah dari sekian banyak kata dalam artikelmu, membuat orang malas untuk membaca tulisanmu hingga selesai.

Foto Pendukung

Foto pendukung diperlukan dalam artikelmu. Ada banyak ilustrasi di Google tentang apa saja, sehingga kamu tidak perlu bingung untuk mencari foto pendukung. Fungsi dari foto adalah untuk menarik pembaca yang berkunjung ke halaman blog mu nantinya. Biasanya penulis meletakkan foto mulai dari satu foto hingga beberapa foto. Tergantung tulisannya, jika memerlukan banyak foto, kamu harus menampilkan banyak foto juga. Biasanya, pembaca cenderung bosan jika halaman blog mu tidak berisikan foto atau gambar dan hanya berisikan tulisan saja.

Posting

Setelah melakukan pengeditan dengan seksama, silahkan posting artikel pada blog. Jangan terlalu ragu atau bimbang, khawatir tulisan atau artikel yang diposting tidak berkualitas atau kurang bermanfaat bagi pembaca.

Share

Setelah memposting, bagikan atau share tulisanmu lewat media sosial atau tunjukkan secara langsung kepada teman atau orang disekitarmu. Mintalah komentar dari mereka bagaimana tulisanmu. Ini adalah cara pertama untuk mendapatkan pembaca setia.

Feedback

Mintalah komentar dari orang-orang terdekatmu tentang bagaimana tulisanmu. Jika mereka tidak suka atau kamu menerima masukan atau bahkan kritikan, jangan marah, kamu justru harus bersyukur. Karena mereka membaca tulisanmu.

Sebuah artikel atau tulisan lebih baik disobek, digugat, di-ban, dihapus atau ditentang, dari pada tulisan yang tidak pernah dibaca sama sekali.

RELATED